Koin Kerakyatan

Kenapa orang-orang heboh mengumpulkan koin untuk Ibu Prita Mulyasari? Kenapa hal ini tidak terjadi untuk Nenek Minah, korban lumpur Lapindo, atau korban gempa bumi? Saya merenungkannya di sela-sela aktivitas, kemudian mencapai satu pemikiran: pada dasarnya manusia itu egois. Manusia paling mudah bereaksi pada sesuatu yang paling berhubungan dengan dirinya sendiri.

Kembali ke perihal pengumpulan koin. Mungkin para "coiners" merasa kehidupannya cukup mirip dengan sosok  Ibu Prita.

  • Ibu Prita melek teknologi, saya melek teknologi.
  • Ibu Prita senang menyuarakan pendapat, saya senang menyuarakan pendapat.
  • Ibu Prita fasih menggunakan teknologi untuk menyuarakan pendapat, saya fasih menggunakan teknologi untuk menyuarakan pendapat.

Mengingat kemiripan saya dan Ibu Prita, besar kemungkinannya saya mengalami nasib yang serupa dengan beliau. Tidak boleh! Jangan sampai terjadi! Saya harus membela Ibu Prita, supaya saya mendapat kebebasan yang sama. Hak asasi manusia untuk berpendapat harus ditegakkan! Ayo kumpulkan koin sebagai tonggak perjuangan ini.

Saya coba bandingkan dengan kasus Nenek Minah. Mungkin para "coiners" merasa kehidupannya sangat berbeda dengan sosok Nenek Minah.

  • Nenek Minah mencuri, saya tidak mungkin mencuri
  • Semua orang juga tahu, mencuri adalah perbuatan tercela

Saya tidak seperti Nenek Minah, jadi saya tidak mungkin bernasib malang seperti beliau. Saya iba ketika mengetahui alasan kenapa Nenek Minah mencuri, tapi sepertinya tidak ada yang bisa saya lakukan.

Terakhir, terkait peristiwa bencana alam. Akuilah, kebanyakan dari kita berpikir begini.

  • Saya turut berduka atas korban bencana alam.
  • Di mana lokasi bencana ini? Siapa saja korbannya?
  • Semakin dekat lokasi dengan lokasi saya, saya semakin peduli.
  • Semakin saya bertalian dengan korban-korbannya, saya semakin peduli.

Saya jadi ingat film "Hotel Rwanda". Ketika sang manajer hotel memohon pada jurnalis Amerika untuk menolongnya, si jurnalis berkata "Berita ini akan tersiar di seluruh dunia. Kebanyakan orang akan menontonnya dan berkata 'Oh that is awful', kemudian mereka kembali menyantap sarapan mereka".

Pulau Lengkuas

Holiday Fling